Sunday, January 18, 2026

Pelajaran Liturgi Sinaksis: Makna, Struktur, dan Fungsi dalam Ibadah Gereja

Pelajaran Liturgi Sinaksis: Makna, Struktur, dan Fungsi dalam Ibadah Gereja

Liturgi Sinaksis merupakan salah satu bagian penting dalam ibadah Kristen yang sering dilaksanakan secara rutin, namun belum selalu dipahami secara mendalam oleh jemaat maupun mahasiswa teologi. Artikel ini disusun sebagai pelajaran Liturgi Sinaksis yang bersifat edukatif, teologis, dan praktis, sehingga bermanfaat bagi pembaca umum, pelayan gereja, serta mahasiswa Pendidikan Agama Kristen.

Pengertian Liturgi Sinaksis

Istilah sinaksis berasal dari bahasa Yunani synaxis (σύναξις) yang berarti perhimpunan atau pertemuan umat. Dalam konteks gereja, Liturgi Sinaksis menunjuk pada bagian ibadah yang menekankan perhimpunan umat Allah untuk mendengarkan Firman Tuhan, berdoa, dan memuji Allah secara bersama-sama.

Dengan demikian, Liturgi Sinaksis bukan sekadar kumpulan acara ibadah, melainkan suatu peristiwa teologis di mana Allah menyapa umat-Nya dan umat merespons dengan iman dan ketaatan.

Dasar Alkitabiah Liturgi Sinaksis

Pelaksanaan Liturgi Sinaksis memiliki dasar yang kuat dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama

Dalam Perjanjian Lama, umat Israel sering berkumpul untuk mendengarkan pembacaan Taurat dan menyembah Tuhan secara kolektif. Nehemia 8 mencatat bagaimana umat berkumpul, mendengarkan Firman, dan merespons dengan sikap hormat dan pertobatan.

Perjanjian Baru

Kisah Para Rasul 2:42 menunjukkan bahwa jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, persekutuan, doa, dan perjamuan. Unsur-unsur ini menjadi fondasi utama Liturgi Sinaksis dalam gereja hingga masa kini.

Struktur Liturgi Sinaksis

Secara umum, Liturgi Sinaksis memiliki struktur yang teratur dan bermakna secara teologis. Beberapa unsur utama di dalamnya antara lain:

  • Votum dan Salam Pembuka
  • Doa Pembukaan dan Pengakuan Dosa
  • Pujian dan Penyembahan
  • Pembacaan Alkitab
  • Pemberitaan Firman Tuhan
  • Doa Syafaat
  • Pengakuan Iman

Struktur ini menolong jemaat untuk mengikuti alur ibadah secara sadar dan penuh makna, bukan sekadar rutinitas.

Fungsi Liturgi Sinaksis dalam Kehidupan Gereja

Liturgi Sinaksis memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan gereja. Melalui liturgi ini, jemaat dibentuk secara rohani, teologis, dan etis.

Pertama, Liturgi Sinaksis berfungsi sebagai sarana pendidikan iman. Jemaat belajar mengenal Allah melalui Firman dan doa yang diulang secara teratur.

Kedua, Liturgi Sinaksis membangun persekutuan umat. Ibadah tidak dilakukan secara individual, melainkan sebagai tubuh Kristus yang hidup bersama.

Ketiga, Liturgi Sinaksis mempersiapkan jemaat untuk diutus kembali ke dalam dunia sebagai saksi Kristus melalui kehidupan sehari-hari.

Liturgi Sinaksis dan Pendidikan Agama Kristen

Dalam konteks Pendidikan Agama Kristen, Liturgi Sinaksis berperan sebagai media pembelajaran nonformal yang sangat efektif. Prinsip klasik lex orandi, lex credendi menegaskan bahwa apa yang didoakan dan dirayakan dalam ibadah akan membentuk apa yang dipercaya oleh jemaat.

Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang Liturgi Sinaksis sangat penting bagi calon guru agama, pendeta, dan pelayan gereja agar ibadah tidak kehilangan makna teologisnya.

Penutup

Pelajaran Liturgi Sinaksis menolong gereja untuk memahami bahwa ibadah adalah perjumpaan kudus antara Allah dan umat-Nya. Dengan memahami makna, struktur, dan fungsi Liturgi Sinaksis, jemaat diharapkan dapat beribadah secara lebih sadar, mendalam, dan bertanggung jawab.

Liturgi yang dipahami dengan benar akan membentuk iman yang dewasa dan kehidupan Kristen yang nyata dalam dunia.

Previous Post
Next Post

About Author

0 comments: