Friday, April 18, 2014

Liturgi Pendamaian

Berliturgi Pendamaian Kristosentris

Apa itu pendamaian? Pendamaian menunjukkan adanya suasana hubungan yang harmonis atau serasi antara dua atau lebih dari dua pihak. Perdamaian menunjukkan keadaan damai atau suasana yang menentramkan. Secara umum, pendamaian berasal dari kata dasar damai. Damai adalah suasana di mana tidak terdapat permusuhan. Damai menunjuk pada hubungan yang serasi antara dua pihak atau lebih. Damai juga dapat menunjuk pada suasana tenang. Adanya suasana yang Indah dapat pula digambarkan sebagai keadaan yang damai. Dalam konteks Indonesia, kata yang biasa dipakai untuk menggambarkan suasana keharmonisan vertical dan horizontal adalah kata “damai sejahtera”. Kata ini dipakai untuk menggambarkan suatu suasana yang sungguh-sungguh aman dan tentram ( Andreas A. Yewango, BPK, 1983:, 1-2)
Selain kata Indonesia di atas, ada pula kata Inggris yang menggambarkan pendamaian. Kata yang dimaksud yaitu “peace”. Kata ini memiliki pengertian: bebas dari atau berhenti dari peperangan, bebas dari ketidak teraturan sipil, ketenangan dan kesentosaan. Jadi, damai memiliki pengertian: kesentosaan di antara sesame (hubungan social yang harmonis), kesentosaan alam (hubungan manusia dengan alam), kesentosaan batiniah (kesejahteraan batin manusia.( Ibid, 2)

Dengan kata lain damai adalah suatu suasana, sedangkan pendamaian adalah suatu proses yang sedang berlangsung menuju suasana damai. Apabila ada dua pihak yang bermusuhan dan ada usaha untuk melupakan permusuhan maka hal ini disebut proses pendamaian.
apa pengertian pendamaian menurut Alkitab dan hal apa yang melatarbelakangi akan kebutuhan pendamaian? Dalam Alkitab, disaksikan bahwa manusia ciptaan-Nya memutuskan tidak harmonis dengan-Nya, atau tidak taat pada sabda-Nya. Jadi manusia yang berdosa adalah manusia yang hidup bermusuhan dengan Allah.
Dalam Kejadian Kejadian 1 dan 2 menggambarkan keharmonisan manusia dengan Tuhan dan lingkungan, sedangkan dalam Kejadian 3 manusia mulai bermusuhan dengan Tuhan dan juga lingkungan. Semua disebabkan karena dosa manusia. Beberapa kata dalam Alkitab tentang dosa: parabasis yang memiliki arti “melawati, melanggar”. Dosa adalah perbuatan manusia melewati atau melanggar sabda-Nya. Dosa adalah kegagalan untuk selaras dengan standar Allah; “hamartia” berarti “meleset dari sasaran”, meninggalkan jalan kebenaran. Menurut kata ini dosa didefinisikan tindakan manusia yang meleset dari sasaran, atau meninggalkan kebenaran. Yang benar adalah TUHAN. Bersalah berarti meninggalkan TUHAN. Semua orang telah meleset dari standar Allah dan terus gagal untuk mencapai standar itu. Standar itu dapat dipahami dalam firman-Nya kepada manusia pertama, dan khusus untuk bangsa Israel Allah telah memberikan hukum Musa untuk menjadi standar (Rom. 4:15)., “anomia”, yang berarti “tanpa hukum” (I Yoh. 3:4). Menurut kata ini dosa adalah tindakan yang salah pada Allah dan manusia. (Paul Enns, 2003: 383) ; “paraptoma” menunjuk pada langkah yang salah yang dikontraskan dengan yang benar ( Rom. 4:25, Gal. 6:1, Ef. 2:1). parabasis” berarti melanggar keluar, suatu penyimpangan dari iman yang benar (Rom. 2:23, 4:15, Gal. 3:19). Anomia berarti tanpa hukum atau pelanggaran (II Kor. 6:14, II Tes. 2:3).
Jadi manusia berdosa tidak berada dalam pendamaian maka manusia berdosa membutuhkan pendamaian.Pendamaian itu dalam Perjanjian Lama dilakukan melalui korban binatang, misalnya doma atau lembu tambun, dalam Perjanjian Baru dilakukan melalui anak domba Allah yaitu Yesus Kristus.


Untuk menjelaskan pendamaian itu, saya visualisasikan melalui gambar berikut. Kiranya semua yang membacanya tetap percaya kepada Yesus Kristus dan tidak beralih pada keyakinan lain
Refleksi LITURGI YESUS KRISTUS
Kisah kesengsaraan yang dialami Yesus, penghinaan yang harus diterima Yesus, penolakan banyak orang terhadap Yesus sampai pada kematian Yesus yang menjalani hukuman mati, semua itu merupakan rencana Allah bagi keselamatan manusia berdosa. Hanya melalui pengorbanan Yesus Kristus kita didamaikan dengan Allah.
SELAMAT BERLITURGI DALAM LITURGI YESUS KRISTUS (LITURGI KRISTOSENTRIS DAN LITURGI PNEUMATOSENTRIS)
Previous Post
Next Post

About Author

0 comments: